JAMBI – Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Batanghari, khususnya di wilayah Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, kini memasuki tahap yang mengkhawatirkan.
Menanggapi aduan masyarakat Desa Teluk Langkap, Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Bungo-Tebo, Ansori Hasan, menegaskan akan segera mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk mengambil tindakan nyata.
Selama ini, Desa Punti Kalo dan Desa Teluk Langkap dikenal sebagai wilayah yang relatif terjaga dari aktivitas PETI di sepanjang aliran Batanghari. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa para pelaku mulai merambah wilayah Teluk Langkap, Punti Kalo bahkan ke Sungai Batang Hari.
Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dilaporkan sudah sangat masif mulai dari longsor di Pinggir Sungai, sehingga mengakibatkan tebing sungai mulai runtuh dan mengancam pemukiman warga.
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan, menyatakan tidak akan tinggal diam melihat kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah pemilihannya. “Kita tidak boleh berdiam diri, Kata Ansori Hasan, Dilansir Jamberita.com, Senin, (27/04).
“DPRD akan mendorong pemberantasan tersebut karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Pemda harus serius berkoordinasi dengan aparat; jika dibiarkan, dampaknya akan semakin parah seperti yang terjadi di Batang Asai,” tegas Ansori.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera melakukan atensi khusus kepada Polres Tebo dan Polda Jambi untuk merespons keresahan warga. “Kita minta Polda Jambi segera turun ke lokasi. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, apalagi jika ada dugaan keterlibatan oknum. Lingkungan dan keselamatan warga Teluk Langkap harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (Ist)



















Discussion about this post