JAKARTA – Ketua Harian Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Shif II Pukul 20:00- 08:00 WIB, Rudi Irawan mengingatkan seluruh petugas untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan selama pelaksanaan angkutan, baik di darat, laut, maupun udara.
“Jadi selama pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru ini mungkin ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan terutama terkait dengan masalah keamanan dan keselamatan baik itu di darat, laut, dan udara,” kata Rudi saat pergantian Shif di Posko Pusat Angkutan Nataru Kemenhub Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Rudi Irawan menekankan pentingnya memperhitungkan prakiraan cuaca dari BMKG dan mengantisipasi risiko sekecil apa pun. “Itu mohon untuk menjadikan perhatian kita bersama supaya kita tetap menjaga keamanan dan keselamatan terutama di penerbangan dan di pelayaran. Selanjutnya kita juga perlu memperhatikan hal-hal yang sekecil apapun yang mungkin bisa menjadi penyebab terjadi hal-hal yang mungkin tidak diinginkan,” ujar dia.
Dia juga mengingatkan agar setiap kejadian yang memerlukan penanganan segera dilaporkan ke Posko Pusat. “Apabila ada hal-hal yang terjadi dan memang perlu disampaikan, tolong segera disampaikan kepada Posko Pusat supaya kami bisa menyampaikan laporan dilanjutkan kepada pimpinan,” tambah Rudi Irawan.
Posko Pusat Angkutan Nataru Kemenhub menjadi pusat koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh kebijakan, langkah operasional, dan respons lapangan berjalan terpadu dan tepat waktu.
Dalam penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026, empat fokus utama yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, keamanan dan keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas tertinggi. Seluruh jajaran wajib melakukan langkah antisipasi dan mitigasi risiko secara konsisten untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun fatalitas.
Kedua, sinergi dan kolaborasi antarkementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat, agar setiap kebijakan dan tindakan di lapangan berjalan selaras dan saling mendukung.
Ketiga, perhatian terhadap detail menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan angkutan Nataru. Setiap aspek operasional, sekecil apa pun, tidak boleh diabaikan dan harus diawasi secara cermat.
Keempat, harus selalu mengantisipasi ketidakpastian dan kondisi tidak terduga, terutama terkait cuaca ekstrem dan potensi bencana alam, dengan menyiapkan skenario dan langkah respons yang cepat dan tepat.
Dengan berpegang pada empat fokus tersebut, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.
Posko Nataru ini dibuka selama 24 jam dan beroperasi selama 19 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Selain Kementerian Perhubungan, instansi lain yang mengisi posko terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pariwisata, Korlantas Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kemudian, PT. Jasa Marga (Persero), Astra Infra Toll Nusantara, PT. Jasa Raharja (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT. Kereta Api Indonesia (Persero),PT. KCIC, PT. PELNI (Persero), PT. Angkasa Pura Indonesia, Perum LPPNPI/AirNav, Senkom Mitra Polri, RAPI dan ORARI. (***)
Sumber: Infopublik.id















Discussion about this post